Kamis, 18 September 2014

PERKEMBANGAN HOCKEY

“Hockey oh hockey”, cabang olahraga yang satu ini memang belum mendapat banyak perhatian dari masyarakat di Indonesia. Hockey masih menjadi olahraga pupuk bawang. Cabang yang menggunakan stick untuk memainkan ini masih belum mendapat tempat yang baik di hati pecinta olahraga di Indonesia. Meskipun tergolong sebagai olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade, tapi hockey masih mengalami perkembangan yang kurang baik di Indonesia. Selain itu hockey masih belum memiliki induk organisasi yang legal dari KONI Pusat.

Kodisi diatas tidak menyurutkan para pecinta hockey di Indonesia, tidak terkecuali di Surabaya. Meskipun tidak begitu banyak, namun pembinaan terhadap atlet hockey terus berjalan. Meskipun tidak berjalan dengan baik, namun upaya yang dilakukan oleh para pecinta hockey di Surabaya terus dilakukan tanpa mengenal lelah.

Berbicara tentang pembinaan hockey di Surabaya, tentunya juga berbicara tentang UKM Hockey UNESA. Organisasi kemahasiswaan yang mengakomodir para pecinta hockey di Surabaya dan sekitasnya. Konsistensi UKM hockey UNESA dalam mensosialiasikan dan mengembangkan hockey di Surabaya dan sekitarnya yang membuat hockey masih eksis. Program-program yang dilaksanakan para pengurus dan anggota UKM Hockey UNESA sangat membantu upaya pembinaan atlet, pelatih, dan wasit di cabang olahraga hockey di Surabaya.

Hockey Indoor

Dalam upaya mengembangkan hockey, UKM hockey UNESA mempunyai trobosan baru yaitu hockey indoor. Kenapa hockey indoor? Alasannya adalah selama ini hockey selalu terkendala oleh minimnya sarana dan prasarana. Melalui hockey indoor memungkinkan untuk dipenuhi kebutuhan sarana dan prasarananya. Di sekolah banyak yang sudah memiliki lapangan basket, bahkan gedung olahraga. Selain itu stick untuk bermain di indoor lebih terjangkau. Tidak hanya itu, tehnik dasar untuk bermain hockey di indoor lebih mudah di kuasai.
Beberapa program tersebut diatas tentunya masih banyak kekurangan dan kendala. Untuk itu, sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak terutama para pecinta hockey di Jawa Timur. Selama ini Ikatan Hockey Surabaya (IHS) yang terus secara konsisten mendukung program-pembinaan hockey di Surabaya. Salah satu program yang ada adalah Puslatcab, Piala KONI Surabaya, Piala Walikota Surabaya. Hararapannya ada pihak lain yang mendukung sehinga hockey bisa lebih berkembang dan berprestasi .


Hoki sebagai alternatif menuju prestasi




Ajang Kejurnas Hoki ruangan memperebutkan piala bergilir Menegpora RI  yang merupakan gawean tahunan komunitas Hoki UNJ tahun 2012 mendatang akan memasuki tahun ke VII penyelenggaraan. Kejuaraan tersebut tak dapat dipungkiri kini merupakan even paling prestisius dengan organisasi penyelenggaraan paling apik, menjadikannya sebagai kejuaraan paling ditunggu oleh komunitas Hoki Mahasiswa negeri ini. Tidak berlebihan untuk menyebut gawean tahunan komunitas Hoki UNJ tersebut sebagai barometer pembinaan Olahraga Hoki tingkat perguruan tinggi di negeri ini.




  Implementasi regulasi terkini peraturan permainan Hoki ruangan, merupakan salah satu kelebihan Kejurnas Hoki ruangan Piala Menegpora dibandingkan even Hoki manapun yang digelar di republik ini. Ini pula yang menjadi salah satu dasar dihilangkannya sektor campuran ( sejak tahun 2011 ) walau dalam 5 penyelenggaraan sebelumnya sektor campuran terbukti punya pesona tersendiri yang menghadirkan sejumlah drama pertandingan mencekam. Tuan rumah terpaksa merelakan salah satu kategori pertandingan yang merupakan sektor unggulan tersebut demi menjaga kualitas, sekaligus penyesuaian dengan regulasi FIH yang tidak mempertandingkan kategori yang menggabungkan pemain putera dan puteri dalam satu tim baik di even Indoor maupun Outdoor ( Field Hockey ) . Kualitas pula agaknya yang membuat Federasi Hoki Indonesia ( FHI ) sebagai induk organisasi tertinggi di negeri ini sejak tahun 2011 memandang perlu untuk menempatkan ajang prestisius perebutan piala Menegpora RI  dalam kalender resmi organisasi. Pembentukan tim nasional Hoki ruangan boleh jadi dapat bermula di arena ini. Sebuah percepatan luar biasa dan penghargaan tersendiri akan kualitas organisasi penyelenggaraan.Jika selama ini di arena Hoki lapangan negeri ini miskin prestasi, mengapa kita tidak mencoba upaya akselerasi prestasi melalui cara lain yang lebih menjanjikan. Hoki ruangan seiring dengan perjalanan waktu kini telah berkembang menjadi ajang prestisius tersendiri, terlebih setelah FIH dengan resmi menggelar kejuaraan hoki ruangan I pada tahun 2003 silam. yang kemudian berlanjut dengan hadirnya kejuaraan – kejuaraan sejenis di tiap zona FIH. Kisah spektakular Iran yang mampu menggebrak dan muncul sebagai kekuatan tersendiri di zona Asia dengan menyingkirkan kekuatan -  kekuatan mapan seperti Korea Selatan, India ataupun saudara serumpun Malaysia mungkin dapat dijadikan contoh menarik. Agaknya untuk sebuah akselerasi signifikan kita perlu melakukan perubahan besar dalam paradigma pembinaan Hoki .Bukankah akan lebih mudah menemukan sebidang tempat untuk menggelar sebuah proses pembinaan ataupun meningkatkan frekuensi kompetisi sebagai jembatan menuju sebuah peningkatan prestasi dibandingkan memaksakan "konsep usang" memutar roda pembinaan dan kompetisi di atas lapangan rumput yang sangat - sangat tak laik pakai. Sudah saatnya para pembina Hoki di negeri ini menggunakan logika akal sehat, dibandingkan harus terus bersikap keras kepala bak pungguk merindukan bulan, memendam asa hadirnya lapangan karpet berstandar internasional di tiap Provinsi yang biaya pembangunannya sangatlah mahal dan dipastikan tidak akan segera masuk dalam skala prioritas alokasi APBD di tiap daerah, sebuah renungan menarik........

PERKEMBANGAN FHC

Seperti hal nya FHC (Farmasi Hockey Club) yang mengalami perkembangan sangat pesat, berdiri dengan hanya modal "nekat" dan masih bertahan dengan minimnya fasilitas tak membuat kami pantang menyerah meraih kejuaraan, sampai pada saat ini FHC sudah berdiri 2 tahun di SMK FARMASI SURABAYA dan mendapat alhamdulillah juara yang bisa kami andalkan:). FHC pun kini melahirkan Atlet-atlet handal yang bisa di banggakan mainnya. berikut Atlet Hockey Farmasi yang sampai saat ini masih terus berkembang :

TIM PUTRA :

1. Hoirul Fikri (kini menjadi Atlet Surabaya dan

di rekomen menjadi tim SIAP GRAK)

setelah melakukan kejuaraan Festival Hockey di Bali beberapa hari yang lalu mas Fikri sekarang sudah resmi menjadi Atlet Hockey di Jawa Timur.

2. Putra Tri Prasetya (di rekomen oleh pihak FHI untuk menjadi tim PUSLATCAB dan menjadi Wakil Ketua di FHC)

3. Stiven Wijaya (pernah ikut seleksi Festival Hockey di Bali)

4. fandi

5. Mahfudhi (di rekomen menjadi Atlet PUSLATCAB)

6. Yanuar Rafi (di rekomen menjadi Atlet PUSLATCAB dan menjabat sebagai Ketua di FHC) 

7. Dimas

8. Alfian

dan masih banyak Atlet lainnya di Farmasi

TIM PUTRI :

1. Mahmuda (di rekomen menjadi Atlet SIAP GRAK dan menjadi Atlet kebanggaan FHC+Surabaya)

2. Puya Gescha (di rekomen menjadi Atlet SIAP GRAK)

3. Amalisa Dona (di rekomen menjadi Atlet SIAP GRAK)

4. Arin Setya (menjadi Seksi Kostum Turnamen kepercayaan Mahmuda dan Atlet di Kejurcab)

5. Fauzia (menjadi Atlet Kejurcab)

6. Aliffia Ridha (menjadi  Atlet Kejurcab)

dan masih banyak lagi


adapun foto Piala KONI di UPN Surabaya

 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar