“Hockey oh hockey”, cabang olahraga yang
satu ini memang belum mendapat banyak perhatian dari masyarakat di
Indonesia. Hockey masih menjadi olahraga pupuk bawang. Cabang yang
menggunakan stick untuk memainkan ini masih belum mendapat tempat yang
baik di hati pecinta olahraga di Indonesia. Meskipun tergolong sebagai
olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade, tapi hockey masih mengalami
perkembangan yang kurang baik di Indonesia. Selain itu hockey masih
belum memiliki induk organisasi yang legal dari KONI Pusat.
Kodisi diatas tidak menyurutkan para
pecinta hockey di Indonesia, tidak terkecuali di Surabaya. Meskipun
tidak begitu banyak, namun pembinaan terhadap atlet hockey terus
berjalan. Meskipun tidak berjalan dengan baik, namun upaya yang
dilakukan oleh para pecinta hockey di Surabaya terus dilakukan tanpa
mengenal lelah.
Berbicara tentang pembinaan hockey di
Surabaya, tentunya juga berbicara tentang UKM Hockey UNESA. Organisasi
kemahasiswaan yang mengakomodir para pecinta hockey di Surabaya dan
sekitasnya. Konsistensi UKM hockey UNESA dalam mensosialiasikan dan
mengembangkan hockey di Surabaya dan sekitarnya yang membuat hockey
masih eksis. Program-program yang dilaksanakan para pengurus dan anggota
UKM Hockey UNESA sangat membantu upaya pembinaan atlet, pelatih, dan
wasit di cabang olahraga hockey di Surabaya.
Hockey Indoor
Dalam upaya mengembangkan hockey, UKM
hockey UNESA mempunyai trobosan baru yaitu hockey indoor. Kenapa hockey
indoor? Alasannya adalah selama ini hockey selalu terkendala oleh
minimnya sarana dan prasarana. Melalui hockey indoor memungkinkan untuk
dipenuhi kebutuhan sarana dan prasarananya. Di sekolah banyak yang sudah
memiliki lapangan basket, bahkan gedung olahraga. Selain itu stick
untuk bermain di indoor lebih terjangkau. Tidak hanya itu, tehnik dasar
untuk bermain hockey di indoor lebih mudah di kuasai.
Beberapa program tersebut diatas tentunya
masih banyak kekurangan dan kendala. Untuk itu, sangat membutuhkan
dukungan dari semua pihak terutama para pecinta hockey di Jawa Timur.
Selama ini Ikatan Hockey Surabaya (IHS) yang terus secara konsisten
mendukung program-pembinaan hockey di Surabaya. Salah satu program yang
ada adalah Puslatcab, Piala KONI Surabaya, Piala Walikota Surabaya.
Hararapannya ada pihak lain yang mendukung sehinga hockey bisa lebih
berkembang dan berprestasi .
Ajang
Kejurnas Hoki ruangan memperebutkan piala bergilir Menegpora RI yang
merupakan gawean tahunan komunitas Hoki UNJ tahun 2012 mendatang akan
memasuki tahun ke VII penyelenggaraan. Kejuaraan tersebut tak dapat
dipungkiri kini merupakan even paling prestisius dengan organisasi
penyelenggaraan paling apik, menjadikannya sebagai kejuaraan paling
ditunggu oleh komunitas Hoki Mahasiswa negeri ini. Tidak berlebihan
untuk menyebut gawean tahunan komunitas Hoki UNJ tersebut sebagai
barometer pembinaan Olahraga Hoki tingkat perguruan tinggi di negeri
ini.

Implementasi regulasi terkini peraturan permainan Hoki ruangan,
merupakan salah satu kelebihan Kejurnas Hoki ruangan Piala Menegpora
dibandingkan even Hoki manapun yang digelar di republik ini. Ini pula
yang menjadi salah satu dasar dihilangkannya sektor campuran ( sejak
tahun 2011 ) walau dalam 5 penyelenggaraan sebelumnya sektor campuran
terbukti punya pesona tersendiri yang menghadirkan sejumlah drama
pertandingan mencekam. Tuan rumah terpaksa merelakan salah satu kategori
pertandingan yang merupakan sektor unggulan tersebut demi menjaga
kualitas, sekaligus penyesuaian dengan regulasi FIH yang tidak
mempertandingkan kategori yang menggabungkan pemain putera dan puteri
dalam satu tim baik di even Indoor maupun Outdoor ( Field Hockey ) . Kualitas
pula agaknya yang membuat Federasi Hoki Indonesia ( FHI ) sebagai induk
organisasi tertinggi di negeri ini sejak tahun 2011 memandang perlu
untuk menempatkan ajang prestisius perebutan piala Menegpora RI dalam
kalender resmi organisasi. Pembentukan tim nasional Hoki ruangan boleh
jadi dapat bermula di arena ini. Sebuah percepatan luar biasa dan
penghargaan tersendiri akan kualitas organisasi penyelenggaraan.Jika
selama ini di arena Hoki lapangan negeri ini miskin prestasi, mengapa
kita tidak mencoba upaya akselerasi prestasi melalui cara lain yang
lebih menjanjikan. Hoki ruangan
seiring dengan perjalanan waktu kini telah berkembang menjadi ajang
prestisius tersendiri, terlebih setelah FIH dengan resmi menggelar
kejuaraan hoki ruangan I pada tahun 2003 silam. yang kemudian berlanjut
dengan hadirnya kejuaraan – kejuaraan sejenis di tiap zona FIH. Kisah
spektakular Iran yang mampu menggebrak dan muncul sebagai kekuatan
tersendiri di zona Asia dengan menyingkirkan kekuatan - kekuatan mapan
seperti Korea Selatan, India ataupun saudara serumpun Malaysia mungkin
dapat dijadikan contoh menarik. Agaknya untuk sebuah akselerasi
signifikan kita perlu melakukan perubahan besar dalam paradigma
pembinaan Hoki .Bukankah akan lebih
mudah menemukan sebidang tempat untuk menggelar sebuah proses pembinaan
ataupun meningkatkan frekuensi kompetisi sebagai jembatan menuju sebuah
peningkatan prestasi dibandingkan memaksakan "konsep usang" memutar roda
pembinaan dan kompetisi di atas lapangan rumput yang sangat - sangat
tak laik pakai. Sudah saatnya para
pembina Hoki di negeri ini menggunakan logika akal sehat, dibandingkan
harus terus bersikap keras kepala bak pungguk merindukan bulan, memendam
asa hadirnya lapangan karpet berstandar internasional di tiap Provinsi
yang biaya pembangunannya sangatlah mahal dan dipastikan tidak akan
segera masuk dalam skala prioritas alokasi APBD di tiap daerah, sebuah
renungan menarik........
PERKEMBANGAN FHC
Seperti hal nya FHC (Farmasi Hockey Club) yang mengalami perkembangan sangat pesat, berdiri dengan hanya modal "nekat" dan masih bertahan dengan minimnya fasilitas tak membuat kami pantang menyerah meraih kejuaraan, sampai pada saat ini FHC sudah berdiri 2 tahun di SMK FARMASI SURABAYA dan mendapat alhamdulillah juara yang bisa kami andalkan:). FHC pun kini melahirkan Atlet-atlet handal yang bisa di banggakan mainnya. berikut Atlet Hockey Farmasi yang sampai saat ini masih terus berkembang :
TIM PUTRA :
1. Hoirul Fikri (kini menjadi Atlet Surabaya dan
di rekomen menjadi tim SIAP GRAK)
setelah melakukan kejuaraan Festival Hockey di Bali beberapa hari yang lalu mas Fikri sekarang sudah resmi menjadi Atlet Hockey di Jawa Timur.
2. Putra Tri Prasetya (di rekomen oleh pihak FHI untuk menjadi tim PUSLATCAB dan menjadi Wakil Ketua di FHC)
3. Stiven Wijaya (pernah ikut seleksi Festival Hockey di Bali)
4. fandi
5. Mahfudhi (di rekomen menjadi Atlet PUSLATCAB)
6. Yanuar Rafi (di rekomen menjadi Atlet PUSLATCAB dan menjabat sebagai Ketua di FHC)
7. Dimas
8. Alfian
dan masih banyak Atlet lainnya di Farmasi
TIM PUTRI :
1. Mahmuda (di rekomen menjadi Atlet SIAP GRAK dan menjadi Atlet kebanggaan FHC+Surabaya)
2. Puya Gescha (di rekomen menjadi Atlet SIAP GRAK)
3. Amalisa Dona (di rekomen menjadi Atlet SIAP GRAK)
4. Arin Setya (menjadi Seksi Kostum Turnamen kepercayaan Mahmuda dan Atlet di Kejurcab)
5. Fauzia (menjadi Atlet Kejurcab)
6. Aliffia Ridha (menjadi Atlet Kejurcab)
dan masih banyak lagi
adapun foto Piala KONI di UPN Surabaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar