
Sebanyak 73 atlet dari berbagai daerah mengikuti seleksi nasional (seleknas) cabang olahraga Hoki kemarin hingga hari ini, Senin, 17-18 Februari 2013, di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Seleksi itu dilakukan untuk membentuk tim nasional (timnas) SEA Games ke-27 yang akan berlangsung di Nay Pyi Taw, Myanmar, Desember mendatang. "Hasil seleksi ditentukan secara obyektif berdasarkan hasil laboratorium," kata Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Federasi Hockey Indonesia (PP FHI), Dasril Anwar, kepada Tempo.
Jumlah 73 atlet itu terdiri dari 28 putri dan 45 putra. Item utama dari seleksi ini, kata Dasril, adalah kemampuan fisik, seperti kapasitas aerobik (VO2 Max), kecepatan, kekuatan, ketahanan otot, fleksibilitas, dan kelincahan (agility). Untuk VO2 Max, pengurus menetapkan standar 50 untuk putra dan 45 putri. "Menurut teori, kalau kapasitas paru-paru (aerobik) bagus, kecepatan dan kekuatan bisa diasah," kata Dasril.
Menurut Dasril, hasil tes ini akan obyektif. Sebab, pihaknya menggunakan jasa lembaga independen yang menguji kemampuan atlet-atlet ini, yaitu Universitas Negeri Jakarta.
Ia menjelaskan, atlet-atlet itu datang dari berbagai daerah, di antaranya sembilan daerah yang atletnya dipanggil langsung oleh PP FHI, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Papua, dan Papua Barat. “Sedangkan untuk daerah lain, kami memberi kuota masing-masing kepada pengurus-pengurus provinsi untuk mengajukan atletnya mengikuti seleksi,” kata dia.
Menurut dia, paling lambat pada 21 Februari pekan ini harus sudah menyerahkan nama-nama atlet yang dinominasikan menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) hoki kepada Satlak Prima. Untuk tim putra, kata dia, kuota atlet adalah 100 persen dari jumlah yang akan berangkat ke Myanmar. Sedangkan untuk putri, yang dilihat lebih memiliki potensi dan ditargetkan meraih perak, diberi jatah 125 persen.
Tim Hoki Indonesia, kata dia, sebenarnya lebih mahir bermain dalam nomor hoki indoor. Namun, tuan rumah Myanmar memilih hanya mengadakan nomor lapangan. Oleh karena itulah, Indonesia memprioritaskan kapasitas fisik para atlet. “Beralih ke hoki lapangan membutuhkan penyesuaian karena hoki lapangan membutuhkan kerja fisik yang lebih daripada hoki indoor,” kata dia.
Cabang olahraga Hoki merupakan salah satu cabang olahraga yang sempat terancam tak dipertandingkan di SEA Games Myanmar. Indonesia pun sejak awal tak mempersiapkan tim nasional hoki.